Selasa, 18 September 2012

Singo Ulung khas Bondowoso





Sabtu, 15 September 2012 Rakyat Bondowoso kota tape ini merayakan hari jadinya dengan mengadakan Pawai Budaya. Salah satu pengisi acaranya yaitu Singo Ulung. dari beberapa penampil, kehadiran singo ulung-lah yang paling dinanti oleh masyarakat Bondowoso pada saat Pawai Budaya. Tingkahnya yang atraktif dan mampu menarik daya tarik masyarakat inilah yang membuatnya mendapat sanjungan dari masyarakat. terkadang mulutnya menganga seakan ingin menggigit orang, padahal dia hanya ingin menggoda masyarakat atau bahkan memberikan tape yang ada di dalam mulutnya. Terkadang juga, si singo ulung ini menggoyangkan badannya mengikuti irama music yang mengiringinya, n tak heran bila para penonton terhibur dengan adanya gerakan tersebut. Sepintas memang Singo ulung ini terlihat seperti Barongsai yang ada di China, namun pada kenyataannya SIngo ULung dan Barongsai sangatlah berbeda. 

Singo Ulung ini adalah sebuah kesenian berupa tarian akrobatik yang disertai unsur magic di dalamnnya. karena sebelum kesenian ini berlangsung, ada beberapa ritual yang harus dikerjakan dan hal itu terkadang membuat penonton yang menyaksikan merinding dengan ritual dan aksi yang dilakukanTari Singo ulung dimainkan oleh dua orang dan diiringi musik tradisional khusus, dengan menggunakan figur singo atau singa berwarna putih sebagai ikon utama kesenian ini. 

Kesenian tari Singo Ulung adalah kesenian tradisional khas dari Bondowoso. Kesenian ini awalnya di temukan oleh seseorang bernama Singo, dari Blambangan dan memiliki istri dari desa Blimbing. Singo dan istrinya adalah tokoh masyarakat yang turut membangun desa Blimbing. Atas tanda baktinya itu, masyarakat mengangkatnya sebagai Kepala Desa Blimbing. Dari situ pula awal terciptanya tari Singo Ulung ini berasal, karena tarian ini selalu dibawakan saat upacara Bersih Desa Blimbing.
Kesenian ini mulai dikenal oleh masyarakat ketika mengikuti Festival seni Pertunjukan Jawa TImur pada tahun 2002 di Taman Krida Budaya (Malang-Jawa TImur). Dari sepuluh penampil yang mengikuti festival tersebut, kesenian tarian Singo Ulunglah yang mendapat banyak pujian dari penonton karena dinilai paling atraktif saat performance. Tak heran bila pada akhirnya jika Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur memilih kesenian Singo Ulung untuk mewakili Jatim dalam Festival Pertunjukan Tradisional di Banjarmasin pada tahun yang sama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar